Tentang Java Jazz Festival 2012 (meski cuma datang sehari aja sih :P)

Sejak diadakan 8 tahun yang lalu, saya baru mengunjungi event Java Jazz Festival sebanyak 4 kali, termasuk tahun ini. Kebetulan saya menyukai Jazz, meski mungkin masih level pemula dan belum memahami seutuhnya Jazz yang lebih “rumit”. Buat saya, mendengarkan Jazz itu bagai bertualang ke sebuah dunia yang baru, hasil imajinasi dan kreasi kita akan penerjemahan musik itu sendiri, dan itu terasa menyenangkan! (meski mungkin akan disebut lebai oleh orang lain, hehe…).

Tahun ini, karena harga tiket yang makin mahal dan juga absennya teman rutin saya nonton tiap tahun, saya pun memutuskan hanya untuk menonton satu hari saja (biasanya saya nonton 2 atau 3 hari berturut-turut). Bahkan sempat terpikir di benak saya untuk membatalkan rencana saya karena begitu penatnya saya akan situasi kantor dan pekerjaan belakangan. Tapi karena tiket sudah di tangan, plus ada Manhattan Transfer dan Soil & Pimp Session yang sangat ingin saya tonton, saya putuskan untuk tetap berangkat ke JI Expo Kemayoran kemarin Sabtu, 3 Maret. Untungnya, ada teman-teman saya yang menemani: Dian, Saras, Pak Fajar dan Pak Hassan. Mereka kebetulan pengunjung setia event ini, dan bisa dipastikan mereka akan selalu (berusaha) menonton tiap tahun 🙂

Mirip dengan tahun-tahun sebelumnya, JJF 2012 ramai dipenuhi pengunjung, meski mungkin tidak sepadat JJF tahun lalu. Wajar saja, tiket daily yang tahun lalu hanya berkisar antara IDR 175,000 – 200,000 untuk early bird, sekarang berharga IDR 330,000 untuk early bird. Mungkin kenaikan harga tiket ini juga dipengaruhi banyaknya artis internasional yang berhasil dibawa oleh panitia, seperti Stevie Wonder, Al-Jerrau, Erykah Badu dan Herbie Hancock. Harus saya akui, artis yang berhasil digaet tiap tahunnya makin lama makin menarik, dan kerja keras panitia JJF untuk mendapatkan mereka patut diacungi jempol. Secara pelaksanaan pun saya rasa ada peningkatan dan makin banyak petunjuk tersedia di setiap sudut area JI Expo Kemayoran. Lagi, acungan jempol untuk panitia JJF 2012 🙂

Petualangan saya di hari Sabtu itu dimulai dengan Depapepe, duo gitaris dari Jepang yang memiliki musik bernuansa ringan dan tentunya dengan kemampuan bermusik yang mengesankan. Saya hanya mendengarkan beberapa lagunya sebelum ini, dan saya beruntung bisa melihat mereka tampil secara langsung, karena melihat mereka sungguh sangat menyenangkan! Musik yang menghangatkan hati dan interaksi dengan penonton membuat grup ini melekat di ingatan dengan mudah. Kelar mengagumi Depapepe, saya pun melompat ke Tribute to Utha Likumahua yang diisi oleh Benny Likumahua, Barry Likumahua, Mus Mujiono, Harvey Malaiholo, Mike Mohede, Monita dan beberapa pengisi acara lainnya. Satu penyanyi baru yang menarik perhatian saya adalah Matthew Sayerz dengan penampilannya yang sangat soulful, sedikit mengingatkan saya pada Tompi.Boys II Boyzjuga memukau penonton dengan acapella dan paduan suara harmonis yang mereka tampilkan. Musisi Indonesia memang luar biasa, dan menyaksikan mereka seolah “menampar” dan mengingatkan lagi saya akan hal tersebut.

Sayangnya, saya justru tidak menonton Manhattan Transfer karena penuhnya hall dengan ribuan orang dengan tujuan yang sama. Saya pun memutuskan untuk pindah dan mencari artis lain yang menarik perhatian saya. Phil Perry kemudian menjadi tujuan saya berikutnya, and oh boy, he was magnificent! Suara yang luar biasa indah, dan karakter kuat yang diberikan pada tiap lagu mau tak mau membuat saya mengangkat topi (entah topi siapa…) untuk penyanyi gaek tersebut. Sepertinya saya harus mencari CD musik milik abah Phil Perry dan memasukkannya ke dalam koleksi musik favorit saya 🙂

Malam saya di JJF 2012 ditutup dengan amat sangat mengesankan oleh Soil and Pimp Sessions. Saya pertama kali menonton mereka di tahun 2009, dan saya ingat bagaimana saya terpukau oleh penampilan energetic mereka kala itu. Kali ini saya bisa menonton mereka lebih dekat, dengan pengamatan lebih intens, dan saya jatuh cinta pada Soil and Pimp Sessions. Kegilaan mereka, hasrat mereka yang menggebu terhadap musik, cinta mereka pada musik dan bagaimana mereka menampilkan kecintaan mereka pada musik luar biasa menyenangkan dan memabukkan. Memabukkan mungkin istilah yang tepat, karena saya sendiri melihat mereka bagaikan “dimabuk” oleh musik, dan mereka mengajak penonton mereka untuk “mabuk” bersama.

 
(duo favorit saya dari Soil and Pimp, marvelous!)


(Josei,the cool keyboardist/pianist of Soil and Pimps. Awesome!)

Overall, saya puas dengan JJF 2012, meski saya cuma datang sehari. Kesan mendalam kembali saya dapatkan di akhir hari, seperti yang saya harapkan ketika saya membeli tiket dan datang ke JI Expo Kemayoran. Saya tidak sabar untuk menunggu JJF 2013, dan menanti siapa artis-artis lokal dan internasional yang akan dibawa oleh panitia tahun depan. Oh, satu lagi, saya ternyata punya band favorit baru yang gokil berat, Soil and Pimp Sessions. Feels good! See you next year, JJF! 😉

Advertisements

9 thoughts on “Tentang Java Jazz Festival 2012 (meski cuma datang sehari aja sih :P)

  1. Met malam,
    Wah, ga nyangka rupanya penyuka jazz juga. Saya penyuka jazz, walau semua jenis saya suka tapi entah jazz menempati tempat terkhusus bagi saya. Lagu-lagu Utha itu lagu masa SMA saya. Jadi full memory disitu. Nah kalo Depapepe malah saya baru mengenalnya bbrp waktu belakangan. Itupun dapat copy-an mp3 nya dari anak saya yg kini masih kuliah.
    Tentang Java Jazz, rupanya kamu lebih beruntung. Tak pernah saya sempat menontonnya. Zaman kuliah sih sering nonton Friday Jazz Night di Ancol. Gratis.
    Tetap menulis ya…
    Salam,

    • Met malam, bang Titik! Waduh, abang jadi komentator pertama post ini, saya jadi grogi nih, hehe.. 😛

      Saya terbiasa dengan Jazz karena kebetulan bapak saya suka Jazz dan suka memutar lagu-lagu Jazz setiap akhir pekan sehingga tidak susah buat saya untuk jatuh cinta pada lagu-lagunya 🙂
      Setelah tidak bersentuhan dengan Jazz selama SMU dan kuliah, saya beruntung bisa bersentuhan lagi ketika saya mulai bekerja, dan ternyata saya tidak bisa lepas 😛

      Kalau sempat, kita nonton bareng JJF yuk bang! Pasti seru tuh, apalagi bareng keluarga 🙂

      P.S. Insya Allah diusahakan tetap menulis, meski cuma seminggu sekali. Makasih ya Bang Titik 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s