2012 Indonesia Fashion Week: fashion dan imajinasi

Oke, pertama biar saya klarifikasi di awal bahwa saya bukan fashionista dan tidak pernah terlalu mengerti tentang fashion. Saya suka membaca info tentang fashion, atau mengetahui apa yang sedang trend sekarang, tapi saya tidak selalu berusaha mengikutinya. Asal saya nyaman dengan apa yang saya kenakan, dan yakin apa yang saya kenakan tidak ndeso-ndeso amat, itu cukup buat saya. Tentu ada satu dua kali saat di mana saya berusaha mengikuti apa yang sedang trend, dan sebenarnya itu tidak buruk juga, asalkan cocok dengan kepribadian kita seutuhnya (jiah, bahasanya…).

Ketika kemarin saya diajak teman-teman kos untuk menonton 2012 Indonesia Fashion Week di JCC, mau tak mau saya tergelitik untuk tahu perkembangan fashion Indonesia saat ini. Selain itu, saya penasaran ingin mengetahui style yang berbeda-beda dari orang-orang yang datang ke acara tersebut. Sesuai dugaan saya, hampir sebagian besar orang yang datang ke sana datang dengan persiapan yang benar-benar matang: mereka tampak mempesona! Paduan dari pilihan baju, sepatu atau tas yang matching dan menarik perhatian bertebaran dari ujung ke ujung JCC, dan saya menikmatinya. Entah karena mereka mengikuti trend, atau murni sebagai bentuk pengekspresian diri, toh tampilan mereka terlihat glamor dan cantik. Tidak ada yang salah dengan itu, apalagi saya bisa dapat ide untuk mix and match pakaian saya ke depannya, hehe… 😛

Belum cukup puas melihat berbagai booth perwakilan butik dan desainer, mendadak terdengar announcement mengenai peragaan busana yang akan segera berlangsung dan terbuka untuk umum. Dengan kegembiraan karena belum pernah melihat fashion show secara langsung, kami pun bergegas ke sana. Jujur, saya tidak memiliki bayangan akan seperti apa fashion show itu selain model-model yang berlenggak lenggok di atas catwalk sebagaimana yang saya sering lihat di TV.

Ternyata saya sedikit salah. Fashion show tidak hanya tentang model yang memeragakan pakaian indah, namun buat saya (entah aneh atau tidak), fashion show itu juga membuat kita berimajinasi. Efek ini mirip dengan yang saya rasakan ketika saya mendengarkan musik tertentu, seperti karya instrumental dari Accoustic Alchemy atau Java Jazz. Setiap model yang muncul adalah bagian dari suatu cerita, dan mereka harus memerankan karakternya dengan baik agar kita bisa memahami dan menciptakan ulang kisah itu dalam benak kita. Kebetulan malam itu ada empat desainer yang memeragakan koleksinya, dan saya jatuh cinta pada dua peragaan awal, Deden Siswanto dan Ghea Panggabean. Selain pakaian yang (tentu saja) indah dan menawan, saya sangat suka pengaturan musik dan pengaturan modelnya. Ada sebuah kisah yang hendak diceritakan di sana, dan terlihat jelas bagaimana para model berupaya untuk menyampaikan kisah itu. Saya terkesan dan juga agak kaget dibuatnya. 

Lucunya, baru awal minggu ini saya membaca (lagi) komik mengenai dunia model dan fashion berjudulNice Summer (Pinatsu Ga Ippai).  Komik ini sebenarnya komik lama banget (diterbitkan tahun 1988, hanya 3 tahun setelah saya lahir!) yang sempat saya baca ketika SMP. Saya sangat suka komik ini karena lucu dan sangat membumi. Karakter di dalamnya kurang lebih merupakan perwakilan dari karakter orang biasa di kehidupan nyata, sehingga tidak susah buat saya untuk menerimanya. Berkisah tentang gadis biasa yang jatuh cinta pada seorang model pria dan bagaimana ia berusaha merebut cinta pria itu, komik ini sedikit banyak membagikan sekelumit kisah tentang ribetnya dunia permodelan (meski baju dan contoh modelnya jadul banget sih… tapi masih bagus kok :P).

Salah satu yang saya ingat tentang komik ini adalah penggambaran fashion show sebagai “dunia lain” berisi kisah mendebarkan yang membuat orang terkesima. Tentu, agak terlalu ber-lebai-an karena itu sebuah komik, tapi mau tak mau komik ini muncul di benak saya ketika menonton fashion show semalam. Saya akui penggambaran itu cukup tepat, dan saya jadi makin terkesan menonton para model yang melenggang di atas panggung. Saya mendadak sadar bahwa menjadi model itu tidak mudah, karena ada misi yang harus mereka sampaikan, dan misi itu adalah mimpi si desainer. Menyampaikan misi selalu lebih susah dari merencanakannya, dan saya salut pada mereka, para model, yang berhasil melakukannya dengan baik 🙂

Kunjungan singkat ke 2012IFW membuat saya makin tertarik dengan fashion Indonesia, meski saya hampir 100% yakin tidak akan langsung membuat saya menjadi fashionista 😛  Pengetahuan saya bertambah, dan saya jadi makin menghargai industri ini, khususnya saudara-saudara sebangsa dengan hasil karya mereka yang mengagumkan. Bangga dengan hasil karya bangsa Indonesia! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s