Movie Review: “The Help”

Judul Film : The Help
Sutradara : Tate Taylor
Pemain : Emma Stone, Viola Davis, Octavia Spencer 
Tahun : 2011

Film mengenai rasisme selalu menarik untuk ditonton, meski seringkali berakhir menyedihkan dan menyayat hati. Setiap kali menonton sebuah film bercerita mengenai sejarah diskriminasi di masa lalu (khususnya terhadap warga Afrika-Amerika, karena itu yang selalu diekspos oleh Hollywood), mau tak mau saya mengelus dada dan menyadari bahwa manusia itu bisa menjadi sangat kejam terhadap manusia lain hanya karena alasan sederhana dan bodoh. Dan bukan tidak mungkin hal itu masih terjadi di jaman modern ini, meski mungkin tidak terekspos besar-besaran seperti sebelumnya.

The Help bercerita tentang kumpulan para pembantu kulit hitam di tahun 50-an yang sering dipanggil The Help (sejelas judul film ini). Seperti yang bisa kita duga dari sebuah film yang bertemakan rasisme, di film ini kita akan melihat perlakuan tidak adil yang diterima oleh para wanita kulit hitam tersebut dari majikan mereka ataupun orang kulit putih lainnya. Tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara tentang ketidakadilan yang mereka terima sebagai orang berkulit hitam (atau kulit berwarna) sampai seorang wanita pemberani bernama Aibileen (Viola Davis) berani mengungkapkan ceritanya kepada seorang jurnalis amatir berkulit putih, Skeeter (Emma Stone).

Saya harus mangacungkan dua jempol kepada Viola Davis yang memainkan perannya sebagai Aibileen dengan memukau. Saya percaya sepenuhnya dengan apa yang dia ceritakan dan saya bisa merasakan kegetiran yang ia tampilkan meski tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya bertahan dari segala hinaan dan tindakan merendahkan martabat setiap harinya. Aibileen jelas menjadi bintang utama film ini buat saya, dan dia mewakili suara semua orang dengan kulit berwarna yang menjadi korban rasisme di US. “Suara” Aibileen paling tidak mengingatkan lagi bahwa rasisme pernah terjadi dan (sangat mungkin) masih terjadi. Dan sudah sepantasnya setiap orang melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu para korban rasisme itu jika mereka mengetahui tindakan rasis tersebut.

Meski topik rasisme sering diangkat secara khusus ke film layar lebar dengan tujuan baik yaitu menginformasikan betapa terkutuknya rasisme itu, toh masih banyak film-film Hollywood lain yang justru menunjukkan terang-terangan rasisme itu. Contoh yang gampang ditemui adalah film-film action di mana penjahatnya adalah orang berkebangsaan Arab bernama “Mohammad” atau “Ahmed”, ataupun orang Russia bernama “Sergei” atau “Vladimir”. Lalu mana semangat anti rasisme yang mereka gembar-gemborkan selama ini? Apakah hanya terbatas pada warga Afrika-Amerika saja?

Terlepas dari pendapat pribadi saya mengenai bagaimana rasisme dalam film besutan Hollywood, saya harus bilang The Help adalah tontonan yang cukup indah dan menyegarkan. Kesedihan memang tampak dari film ini, namun berhasil diimbangi dengan suatu sikap positif yang menenangkan. Film ini cocok untuk ditonton sebagai film keluarga atau bersama teman, karena saya yakin, kita akan lebih menghargai orang-orang di sekitar kita setelah menontonnya 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Movie Review: “The Help”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s