Ketika harus memilih

Saya baru keluar dari kantor di suatu malam ketika angin berhembus kencang dan membuat saya terpaksa mengeratkan jaket saya kuat-kuat sembari mencari ojek untuk pulang ke kos. Terbersit pilihan di benak saya, apakah saya harus menggunakan taksi karena kemungkinan akan hujan? Atau tetapkah saya menggunakan ojek karena toh jarak ke kos saya tidak jauh. Pada akhirnya, seperti mungkin bisa Anda tebak, saya justru pulang jalan kaki karena tidak menemukan ojek ataupun taksi akibat terlalu banyak pertimbangan.

Kejadian sederhana itu sebenarnya menunjukkan pentingnya mengambil keputusan yang tepat di waktu yang tepat pula. Kalau saja saya segera mengambil keputusan untuk naik ojek katakanlah, 5 menit lebih awal, mungkin saya tidak perlu pulang jalan kaki. Hidup menyediakan pilihan di depan mata kita, dan tinggal bagaimana kita menentukan pilihan mana yang akan kita ambil, tentunya dengan timing yang tepat.

Namun kemudian terbersit pertanyaan, bagaimana kita tahu bahwa keputusan yang kita ambil atau pilih adalah yang terbaik? Bagaimana kita yakin bahwa apa yang tidak kita pilih justru adalah pilihan yang justru lebih baik dari apa yang kita miliki sekarang? Buat saya saat ini, jawabannya sederhana saja: kita tidak akan pernah tahu, sampai kita memilihnya. Apapun yang saya pilih, saya harus sadar apa akibat yang akan saya terima, baik atau buruk. Setiap pilihan adalah resiko, dan setiap kali Anda memilih, Anda harus siap dengan resiko pilihan tersebut.

Tidak mudah memang untuk melakukannya. Terbukti, ketika terbentang satu,dua tawaran menggiurkan di depan saya, dan kemudian saya memilih untuk melepaskannya, ada rasa penasaran berlebih dan sesal yang sempat merasuk. Tapi hey, bukankah saya sendiri yang mengatakan bahwa semua pilihan adalah tanggung jawab saya pribadi dan saya sudah harus sadar akan resikonya? Dengan berpikir demikian, sedikit galau di hati pun berkurang, dan saya bisa lebih ikhlas menerimanya.

Ketika harus memilih, tidak selalu mudah, tapi dengan keyakinan dan keikhlasan, insya Allah akan berbuah manis untuk kita. Amin 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Ketika harus memilih

  1. Yup, betul sekaleeee! Kalo ada pilihan yang mengusik hatimu, ambil aja! Kemungkinan kamu akan kecewa dengan pilihan itu, tapi lebih baik kecewa 1 kali dari pada penasaran seumur hidup, memikirkan bagaimana rasanya seandainya kamu mengambil pilihan tersebut ^_^

    • Betulll, bagaimanapun kita harus memilih, jadi kalau memang yakin pada pilihan kita, ya ambil aja! Apa yang terjadi nanti ya biar terjadilah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s