Positive thinking: susah namun indah

Positive thinking. Kita tentu sering mendengar jargon itu dari banyak orang di sekitar kita, khususnya ketika kita berada dalam situasi yang tidak menguntungkan atau berbau negatif. Dengan berusaha berpikir positif, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita akan terasa menjadi sedikit lebih baik dan tidak terlihat seburuk sebelumnya.

Buat saya, berpikir positif itu sangat menantang. Tumbuh sebagai anak introvert yang perlahan berkembang menjadi ekstrovert dan menjadi diri saya yang sekarang, terdapat perubahan emosional yang cukup mendasar buat saya. Saya ingat betapa saya begitu tertutup dan sensitif semasa saya sekolah baik di SMP dan SMU sehingga gesekan emosional (konflik, perbedaan pendapat, dll) sekecil apapun memberikan dampak yang (konyolnya) cukup signifikan. Saya bisa sedih atau marah dalam waktu yang cukup lama (beberapa hari sih, untungnya ga sampai mingguan), meski orang yang menyebabkan saya marah bahkan tidak menyadarinya (sampai sekarang pun saya tidak habis pikir kenapa saya melakukannya :P). Sedikit hal positif yang mungkin menguntungkan saya adalah saya tidak pernah mendendam, meski sesakit apapun saya dilukai seseorang.

Untungnya, dalam proses pendewasaan diri saya, khususnya setelah saya mulai bekerja, saya bertemu dengan orang-orang yang berbaik hati memberikan saya masukan dan saran agar saya bisa menjadi lebih baik, atau lebih spesifik lagi: mengendalikan emosi saya. Tidak mudah untuk dilakukan sungguh, bahkan sampai sekarang pun, saya kadang masih tergelincir untuk bertindak mengikuti emosi saya daripada logika; sesuatu yang umum dilakukan oleh wanita pada umumnya (atau mungkin cuma saya?).

Dan ini membawa saya ke hal yang kemudian membantu saya dalam mengendalikan amarah atau emosi alias positive thinking. Ya, dengan melihat hal positif, atau mencoba berpikir sisi baik dari suatu kejadian, emosi saya yang sebelumnya siap untuk meledak perlahan surut dan menjadi lebih tenang. Bukan berarti emosi itu hilang seketika, mengingat saya bukan expert dalam hal kontrol emosi (jelas kan? :P), tapi setidaknya keinginan untuk memperkarakan masalah itu ke arah negatif menjadi hilang, dan saya akan memilih membiarkan emosi itu hilang seiring waktu.

Namun kembali lagi, seperti yang sudah saya katakan, berpikir positif itu susah-susah gampang. Minggu ini saja saya sudah beberapa kali nyaris menjadi korban ketidakstabilan emosi saya hanya karena di suatu titik saya menolak berpikir positif (ckckckck…). Tapi begitu saya berhasil berpikir positif sekali saja…nikmatnya bukan main! Hidup jadi terasa lebih ringan dan menyenangkan 🙂

Jadi, berpikir positif. Susah, namun indah untuk dilakukan. So, let’s do it! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s