Hikmah nasi gosong!

Awalnya karena adik saya meminta tolong saya untuk memasak nasi untuk makan malam dan juga sarapan kami esok hari. Dengan sedikit petunjuk darinya mengenai cara memasak nasi yang baik dengan dandang (ya, ya, saya terlalu terbiasa dengan magic jar sampai menjadi kagok ketika harus menggunakan dandang atau panci biasa), saya pun menyiapkan beras untuk dicuci dan dimasak. Sekedarnya saja, karena toh saya sedang membatasi asupan karbohidrat saya belakangan. Sembari menanti beras masak, saya pun kembali ke kamar untuk mengerjakan hal lain.

Mungkin tidak sampai setengah jam ketika teman kos saya memanggil saya dan memberitahu bahwa nasi saya gosong. Yak, nasi saya gosong saudara-saudara! Saya yakin jika adik saya ada di tempat, dia akan tertawa keras dan mengolok saya habis-habisan (tunggu, kalau dia di sini, malah mungkin nasinya nggak akan gosong yah? -_-). Saya cuma bisa garuk-garuk kepala sambil membereskan kekacauan yang sudah saya buat. Untungnya sebagian nasi terselamatkan, meski kebanyakan sudah menjadi kerak berwarna hitam. Terpaksa saya membuat nasi lagi, bahkan sedikit terlalu banyak kali ini, disertai decakan tidak percaya dari adik saya yang datang sekitar satu jam kemudian. 

Meski malu bukan kepalang, saya sadar ada hikmah yang  bisa diambil dari kejadian nasi gosong ini (yang saya yakin bisa terjadi pada orang lain juga *ehem*), antara lain:

  • Adalah sangat penting bagi para perempuan seusia saya yang sampai sekarang cuma menyentuh dapur untuk masak mie untuk mulai belajar memasak nasi (dan lain-lain)! Mengingat bahwa kita akan menjadi jantung dari sebuah rumah tangga nantinya, kemampuan memasak dasar sudah seharusnya dikuasai (termasuk memasak nasi!). Tidak ada kata terlambat untuk belajar memasak sesimpel apapun termasuk mie rebus.
  • Bahwa multitasking yang sejatinya digembar-gemborkan dapat dilakukan wanita dengan baik itu tidak sepenuhnya benar! Saya ingat saya pernah membaca sebuah berita yang menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya multitasking. Yang bisa kita lakukan adalah fokus sepenuhnya pada satu pekerjaan untuk menyelesaikannya dengan cepat, untuk kemudian melakukan pekerjaan selanjutnya dengan fokus yang sama dan juga dengan cepat. Terbukti, saya tidak bisa mengerjakan dua hal sekaligus: memasak nasi dan membaca majalah (hal yang terdengar bodoh untuk dilakukan sebenarnya… -_-).
  • Pentingnya planning dan time management yang baik dalam melakukan sesuatu, sekecil apapun itu. Kalau saja saya sudah merencanakan, misalnya, 10 menit tepat saya sudah harus mengecek lagi nasi saya, dan mengisi 10 menit saya dengan, misalnya, 5 menit garuk-garuk jidat dan 5 menit untuk ngupil 5 menit sisanya berjaga di dapur, tentunya saya tidak akan mendapatkan nasi gosong seperti tadi.

Siapa duga, dari kejadian sederhana (dan memalukan) seperti nasi gosong, kita akan bisa memetik banyak pelajaran? For sure, positive thinking will help you a lot in analyzing your problem. Jadi, tetap positif, dan nasi gosong pun akan memberikan banyak pelajaran untuk kita 😉

Advertisements

One thought on “Hikmah nasi gosong!

  1. Memasak nasi dengan panci merupakan basic survival skill yang seharusnya dikuasai oleh semua orang pemakan nasi. Aku aja bisa masak nasi pake panci. Kerak-kerak dikit gak masalah, asalkan jumlah nasi yang “jadi” masih mencukupi ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s