Sedikit tentang mudik Lebaran….

Akhirnya setelah dua tahun absen pulang ke Pekalongan pada saat Lebaran, tahun ini saya dan keluarga saya berkesempatan untuk mudik ke sana. Pekalongan sejatinya adalah kampung halaman ayah saya, sedangkan ibu saya berasal dari Semarang. Karena dua kota ini tidak begitu jauh letaknya, sudah menjadi kebiasaan kami (setidaknya sampai dua tahun yang lalu) untuk pergi mengunjungi kedua kota tersebut. Kami akan berangkat sebelum atau sesudah shalat Id (tergantung situasi) dengan mobil pribadi; biasanya memakan waktu sekitar 8 jam perjalanan.

Kali ini kami berangkat sebelum shalat Id, yaitu hari Minggu, 28 Okt. Perjalanan yang cukup menyenangkan sebetulnya. Jalur menuju Jawa Tengah tidak terlalu ramai, karena kami berangkat pagi sekitar jam 8. Kemacetan justru terjadi di jalur dari Jakarta menuju Jawa Timur, khususnya pada sore hari. Hal ini sempat membuat lalu lintas Pekalongan terhambat saking panjangnya antrian. Jadi inget permainan ular-ularan deh…panjang dan lama… 😛

Tujuan utama kami ketika sampai adalah nyekar ke makam eyang (tentu saja), dan sowan ke tempat saudara-saudara jauh. Jujur, saya kadang agak bingung silsilah alias hubungan kekerabatannya… kayanya harus duduk bareng dengan ortu suatu saat untuk belajar sejarah keluarga nih 😛

Selain nyekar, berkumpul bersama saudara, salah satu kegiatan (favorit) kami di Pekalongan adalah berburu batik! Ya, batik Pekalongan memang bagus dan sangat menarik. Pasar Setono selalu menjadi kawasan belanja favorit kami, apalagi karena harganya cukup terjangkau, dan kita bisa mendapatkan harga miring asal pintar menawar. Banyak turis lokal yang mampir ke pasar ini, terutama para pemudik yang singgah sekedar untuk istirahat atau mencari oleh-oleh. Saya sendiri berburu beberapa kemeja batik untuk rekan kerja saya, baik di Jakarta maupun Lausanne. Lumayan, beberapa potong kemeja masuk koper dengan harga miring yang tidak akan pernah saya dapat jika saya membelinya di mall 🙂

Sayang, saya tidak ikut rencana mudik sampai tuntas karena saya harus balik lebih awal tanggal 1 Sept ke Jakarta. Sejatinya kami akan menghabiskan waktu di Pekalongan dan Semarang hingga tanggal 3 Sept, tapi apa boleh buat, tanggal 3 Sept saya sudah ciao untuk business travelling. Toh, 5 hari yang saya habiskan bersama orang tua dan adik-adik saya kali ini sangat menyenangkan. Kami bisa menghabiskan waktu bersama, berbagi cerita dan gurauan konyol, atau hanya hang-out tanpa melakukan apa pun. Bersama orang tercinta ternyata (lagi) sangat menyenangkan, dan saya bersyukur karenanya 🙂 Semoga liburan yang akan datang sama menyenangkannya dengan liburan mudik kemarin 😉

 >> Diba, Dad, Mom and Kya 🙂

 >> Diba, Dad, Mom and me! 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Sedikit tentang mudik Lebaran….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s