Home sweet home..

Sekarang saya tahu kenapa istilah itu berkeliaran di mana-mana di sekeliling saya. Home sweet home. Ya, ternyata yang namanya rumah itu memang selalu “sweet”, apalagi buat mereka yang merantau dan jauh dari rumah. “Sweet” di sini tentu bukan bermakna manis secara harafiah, karena kalau kita jilat-jilat dinding rumah kita tentu saja rasanya tidak akan manis. Dan bukan juga berarti bentuk rumah kita manis seperti rumah mainan yang ada di taman bermain; itu malah kesannya bisa jadi serem (kok jadi ngelindur gini yah :P).

Sweet di sini tentunya berkaitan dengan perasaan kita, hati kita. Rumah, selalu dan pasti, akan memberikan kenangan manis bagi kita. Oke, memang tidak selalu, karena jujur saya katakan, ada juga satu dua kenangan yang lebih baik jika tidak diingat entah karena memalukan atau menyakitkan… TOH, jumlah kenangan manis yang ada lebih banyak buat saya. Tidak hanya ingatan manis, rumah selalu memberikan perasaan hangat dan menyenangkan untuk saya. Tak heran, kesempatan ke rumah selalu saya syukuri, apalagi jika dibayari kantor, seperti minggu lalu ketika saya pulang ke Surabaya (semoga ga ada orang kantor yang baca post ini, GLEK! :P).

Meski demikian, jujur saya akui, perasaan syukur saya terhadap rumah (dan tentunya keluarga saya yang tinggal di sana.. kalau tidak, apalah fungsinya rumah??) baru muncul ketika saya sudah merantau. Dulu ketika saya masih labil (halah), introvert dan kurang percaya diri, rumah terkadang menjadi ancaman buat saya. Saya akui saya sering merasa tersakiti, dan mungkin juga menyakiti keluarga saya meski tidak saya sadari. Suatu kebodohan yang untungnya terbayar ketika saya merantau.

Rasa syukur itu datang ketika saya menyadari sedihnya jauh dari rumah dan keluarga saya, dan merasakan tidak enaknya sendirian. Walau di satu sisi saya merasa senang karena saya terlatih mandiri, saya menyadari bahwa jauh di dalam hati saya merasa kehilangan. Kehilangan rumah, keluarga yang dulu sering saya sepelekan. Kehilangan salah satu andil kebahagiaan sejati saya.

Dan kini, dengan berjalannya waktu, saya bersyukur menjadi saya yang sekarang, yang mensyukuri nikmatnya memiliki rumah dan keluarga yang sangat amat luar biasa sekali (kurang hebat apa coba?? :P). Alhamdulillah wa syukurillah… Sungguh, saya merasa sangat bersyukur.. Semoga rasa syukur ini tidak mudah hilang karena alasan-alasan sepele yang menyesatkan. Home sweet home… can’t wait to meet you again soon 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s