Tentang Tintin dari saya… :)

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya akan membuat post tentang Tintin. Sebenarnya saya agak bingung juga mau menulis apa, karena saya yakin sebagian besar orang sudah tahu mengenai Tintin. Misalnya mereka nggak tahu pun, mereka selalu bisa mencari di mbah wiki di bagian ini, dengan ulasan yang lengkap dan sangat detail (salut untuk para pengisi artikelnya *hormat*). Jadi yang akan saya tulis hanyalah sekelumit kisah tentang bagaimana saya mengenal Tintin, dan mengapa saya menyukainya 🙂

Sebagai pembuka, saya mengenal Tintin kira-kira ketika saya berada di bangku SMP. Perkenalan itu sebenarnya juga tidak sengaja, ketika saya menemukan koleksi komik Tintin ibu saya yang dijilid rapi meski halaman-halamannya terlihat sedikit menguning dimakan usia. Tidak lengkap memang, tapi sebagian besar koleksi ibu saya adalah judul yang sangat menarik dan membuat saya penasaran. Saya ingat bagaimana saya merasa gembira membaca sebuah kisah pengalaman yang menakjubkan seorang wartawan dengan partner setianya, Snowy yang menggemaskan. Belum lagi karakter-karakter lainnya yang juga mencuri perhatian: Kapten Haddock yang berangasan, Thomson dan Thompson yang selalu kocak, dan Prof. Calculus yang cerdas namun memiliki pendengaran yang buruk. Oh, dan jangan lupakan madam Castafiore, si pemilik suara emas yang setiap kemunculannya membawa “kesialan” untuk Kapten Haddock 😛

Sebenarnya apa yang menarik dari sebuah komik Tintin? Kalau dipikir-pikir, beberapa hal tampak kurang jelas terdeskripsikan dalam komik-komiknya. Sebagai contoh, si Tintin sebenarnya tidak terlihat seperti seorang wartawan. Dia tidak pernah terlihat sedang mencari berita ataupun memiliki deadline mengumpulkan artikel. Dia malah lebih terlihat seperti detektif yang secara kebetulan berada di lokasi dan waktu yang tepat, bersamaan dengan munculnya sebuah kasus (jadi inget Detektif Conan nggak sih? Hehehe… :P). Yang lucu lagi, Tintin sebenarnya bisa dibilang sangat biasa sebagai seorang karakter utama. Dia cerdas, tapi tidak sangat cerdas. Dia berani, namun seringkali ceroboh. Dia sangat mirip dengan orang kebanyakan sehingga misalkan dalam dunia nyata dia tidak terlibat petualangan-petualangan itu, mustahil dia bisa menjadi sebeken sekarang 😛

Tapi mungkin justru itulah yang membuat saya tertarik. Saya merasa saya bisa ikut dalam petualangan si Tintin dan merasakan keseruan yang sama dengan yang ia rasakan. Karakter-karakter lain dalam Tintin juga sederhana dan kadang bisa ditebak, tapi toh tetap saja saya jatuh cinta pada mereka semua. Herge, sang pengarang yang harus saya beri seluruh jempol saya, mampu menghadirkan karakter orang kebanyakan dengan sangat wajar dan masuk akal.

Yang juga menjadi penarik kuat saya untuk kembali membaca dan membaca komik ini adalah kisah-kisah petualangan itu sendiri. Petualangan yang beragam di berbagai tempat berbeda membuat saya merasa mengelilingi dunia dan mengerti sedikit tentang negara-negara yang ada di kisah tersebut. Kisah petualangan ke bulan menjadi salah satu favorit saya karena saya bisa membayangkan diri saya ikut terbang ke bulan dan mendarat di sana. Yang luar biasa, Herge menulis kisah ini 19 tahun (tahun 1950) sebelum pendaratan pertama manusia di bulan oleh Apollo 11 di tahun 1969. Dari fakta ini kita bisa mengetahui bahwa Herge melakukan riset yang sangat dalam dan mendetail dalam setiap kisahnya. Mungkin memang tidak sempurna, tapi toh kedekatannya dengan aktual cukup mengesankan untuk saya. Tak heran, saya selalu bisa merasakan betapa detil dan rinci setiap kisah Tintin yang saya baca.

Dan dengan beberapa alasan di atas, rasanya tidak mengherankan jika saya dan beberapa juta orang di dunia menyukai kisah si wartawan muda ini. Karakter yang membumi, kisah yang menegangkan dan seru, serta keakuratan riset dan data yang ditampilkan, mampu membuat saya betah membaca lagi dan lagi petualangan si pemuda berjambul dan si anjing putih. Tintin surely rocks 🙂

PS : kalau ada yang mau nonton filmnya akhir tahun nanti, bareng-bareng yuk! 😀

Advertisements

4 thoughts on “Tentang Tintin dari saya… :)

  1. saya gak terlalu ngikutin Tintin, tapiseneng sama “Seribu Topan Badai !!! Kepiting Rebus !!!” – nya Kapten Haddock 😀

  2. Pingback: Happy Birthday my dear Tintin! :) | Babbling place for Niken

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s