Tentang mimpi saya tadi malam…

Jadi, perlu saya jelaskan dulu bahwa saya bukan orang yang bisa mengingat secara jelas mimpi-mimpi saya. Mungkin karena buat saya mimpi hanyalah bunga tidur. Seringkali ketika bangun keesokan paginya, saya hanya mengingat bagian-bagian tertentu yang sepertinya menurut saya penting atau berkesan, tanpa pernah punya gambaran jelas seperti apa sih plot atau alur mimpi saya semalam. Tentu, tidak semua mimpi saya memiliki plot. Kadang-kadang ada juga yang hanya berupa campuran kejadian tidak jelas yang saling tumpah tindih, yang bahkan (kadang) saya sendiri tidak menjadi bagian di dalamnya. Jadi saya bisa diistilahkan sebagai penonton mimpi yang anehnya, menonton mimpi saya sendiri. Lucunya, bahkan dengan menjadi “penonton mimpi” pun, saya masih suka tidak ingat apa mimpi saya malam itu šŸ˜›

Nah, yang agak berbeda adalah mimpi saya tadi malam. Saya bilang agak berbeda, karena saya bisa mengingat cukup jelas plotnya, meski mungkin tidak utuh sempurna. Di mimpi saya tadi malam, saya menjadi bagian mimpi dan juga “penontonĀ mimpi”. Jadi ada bagian ketika saya ikut serta, tapi ada juga bagian di mana saya hanya bisa menyaksikan tanpa berbuat apapun dalam mimpi saya. Sebenarnya cerita mimpi saya sederhana : tentang seorang gadis yang sangat kesepian hingga akhirnya berbuat nekat dan ekstrim untuk menghilangkan kesepiannya (tadinya saya mau mengeluarkan semua mimpi saya di sini, tapi…setelah dipikir-pikir, kenapa ga dibuat cerita aja ya? Sepertinya bakal lebih seru dan tentunya akan membantu saya kembali menulis :P).

Catatan penting yang ingin saya tekankan di sini adalah tentang perasaan sang karakter mimpiĀ yang menyelimuti mimpi itu :Ā Kesepian. Kesedihan. Orang bilang mimpi adalah refleksi alam bawah sadar sang empunya mimpi. Apakah dengan demikian mimpi itu menunjukkan saya sedang kesepian? Bahwa saya sedang bersedih? Saya merasa tertohok (jleb!) ketika mencoba merenungi kemungkinan itu. Okelah, saya akui akhir-akhir ini saya merasa kesepian karena kadang tidak ada teman yang bisa diajak sharing atau hangout ketika akhir pekan, tapi masa sih segitunya sampai bisa terbawa mimpi? o_o

Pada akhirnya, tanpa berusaha menjadikan mimpi sebagai sesuatu yang harus dipercaya (seperti beberapa takhayul yang pernah saya dengar), saya menerima kemungkinan bahwa, ya, mungkin saja tanpa sadar diri saya kesepian dan membutuhkan sesuatu untuk menghilangkan kesepian itu. Bahwa mungkin saja ini isyarat untuk saya keluar dari zona nyaman (atau justru tidak nyaman??) saya untuk mencari sesuatu yang baru, yang dapat mengisi kesepian ini. Bahwa ini saatnya saya…. untuk bertindak!Ā Let’s hope that kind of dream won’t appear againĀ šŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Tentang mimpi saya tadi malam…

  1. Err…itu sepertinya jablay dan kurang kasih sayang ya neng…
    atau keinginan terpendam??? *kaburrr* šŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s