Tentang Twitter dan pemanfaatan waktu

Sebenarnya pikiran untuk menulis ini sudah muncul sejak agak lama, namun baru sekarang saya sempat menuangkannya di blog. Tulisan ini niatnya simpel aja, hanya sekedar menuangkan pendapat saya mengenai Twitter dan kaitannya dengan waktu. Kenapa saya mengaitkannya dengan waktu? Nah, itu yang akan saya jelaskan di bawah ini (padahal katanya mau nulis simpel…tapi kok terasa beribet yah, hihihihi…).

Twitter. Mungkin cuma orang yang bener-bener gaptek atau seangkatan papa-mama kita yang nggak tahu mengenai twitter. Mama saya saja tahu tentang twitter meski tidak memiliki accountnya. Wajarlah.. untuk FB aja beliau harus bersusah payah belajar, apalagi twitter yang lebih “asing” secara fungsi. Bisa-bisa setelah bikin, account twitter mama saya akan terbengkalai tanpa sempat tersentuh karena saking bingungnya, hihi. Twitter ini sejatinya mirip dengan social network lain yang sebelumnya muncul, yaitu Plurk. Konsepnya sama, yaitu bagaimana kita menuangkan ide, gagasan, dan sebagainya dalam batasan sejumlah karakter di sebuah timeline (140 karakter). Dalam Twitter, postingan kita disebut dengan tweet (twit). Timeline kita dapat dibaca oleh orang lain jika orang itu menjadi follower kita, dan kita pun bisa membaca timeline orang lain jika kita menjadi follower mereka. Kalo dianalogikan dengan FB, maka follower sama dengan jumlah friend kita. Tentunya, sebagaimana sifat manusia yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih, adalah suatu kebanggaan apabila memiliki jumlah follower yang lebih banyak dari tweep (julukan untuk pemilik account twitter) yang lain. Saya akui, bahkan saya pun terkena sindrom itu, meski sekarang pasrah dan cuek-cuek saja karena capek mikirinnya 😀

Bagi orang yang sudah mengerti asyiknya bertwit ria, Twitter jelas menimbulkan apa yang namanya cyber-addict. Mirip lah waktu FB pertama kali muncul, fenomena FBers menjamur di mana-mana, mungkin hampir sampai pada titik yang menghakimi orang bahwa nggak punya FB sama dengan nggak gaul (padahal rekan saya yang kebetulan berasal dari US tidak memiliki FB account, dan dia nyantai-nyantai aja tuh). Untuk Twitter, pengaruh yang ditimbulkan mungkin kurang lebih sama, cuma mungkin tidak se”galak” FB, karena tidak semua orang bisa cepat familiar dengan konsep yang ditawarkan Twitter. Toh demikian, para tweeps menunjukkan “kecanduan”nya dengan rajin memposting twit-twit mereka, entah penting ataupun tidak (sama lah dengan saya, haha).

Yang kemudian membuat saya agak heran, adalah betapa mereka, para tweeps itu, menjadi amat sangat rajin memposting twit-twit mereka. Mengapa saya bilang sangat amat rajin? Karena mereka juga melakukannya di jam kerja! Itu yang membuat saya heran. Saya tahu bahwa sebagian tweeps yang saya follow adalah pekerja juga. Sama-sama karyawan seperti saya. Namun (hampir selalu), ketika saya iseng-iseng membuka twitter saya saat jam kerja, mereka-mereka itu sudah aktif sejak pagi dan tidak berhenti. Gampangannya, saya yang saat itu notabene senggang, hanya bisa melihat dan kadang satu dua kali membalas twit di timeline saya. Nah, bagaimana dengan mereka yang sudah (dan terus) memposting twit mereka sejak pagi hingga siang? Seberapa “senggang” mereka?

Saya tidak mau langsung menghakimi bahwa mereka yang rajin ngetwit selama jam kerja adalah pekerja yang malas atau nakal. Saya tetap mencoba berpikir positif… Siapa tahu, mereka segitu hebatnya dalam time management sehingga mereka bisa ngetwit dengan tetap memastikan kerjaan mereka selesai on time dan dengan kualitas yang sempurna. Masuk akal? Mungkin, jika kamu punya perusahaan sendiri. Jika kamu karyawan dengan load berlebih? Rasanya sulit membayangkannya. Saya menjadi bukti nyata keragu-raguan saya sendiri. Jangankan ngetwit, sms atau bbm aja seringkali baru saya cek siang atau sore hari ketika tumpukan kerjaan sudah berkurang.

Pada akhirnya, saya merenung, betapa dahsyatnya kekuatan Twitter. Social network dimana orang menuliskan apapun dengan batasan 140 karakter bisa membuat orang kecanduan dan rela mengambil waktu dalam hidupnya; entah kerja, istirahat, bermain, dan sebagainya hanya untuk menunjukkan eksistensinya di dunia maya. Lagi, bukannya saya ingin menghakimi bahwa Twitter itu jelek. Saya sendiri merasakan manfaat Twitter di mana saya mendapatkan kenalan, dan bisa berhubungan dengan teman-teman saya. Saya juga bisa mendapatkan banyak informasi mengenai isu terbaru dalam bidang apapun (dan juga terutama sale-sale, hihi..). Tapi bila memikirkan kemungkinan bagaimana seseorang mungkin saja dikendalikan oleh twitter, jujur, saya sedih mendengarnya. Waktu kita itu sangat berharga, dan saya rasa, mengisinya dengan kegiatan aktual selain twitter, sah-sah dan menyenangkan kok! Lagian, pada kenyataannya, kita itu makhluk sosial yang harus bersentuhan dan bertemu dengan orang lain. Hal itu jauh lebih berharga dengan ribuan teman di dunia maya yang mungkin hanya kita kenal sepertiganya. Dan eksistensi di dunia maya; benarkah hal itu lebih penting dari hubungan erat kita dengan teman-teman kita setiap hari? Jadi… Jangan sampai Twitter memakan waktu kalian ya! 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Twitter dan pemanfaatan waktu

  1. nope!! twitter ga makan waktu kok mbak… twitter di waktu kerja itu, semata-mata refreshing kita ma penatnya kerjaan *cie cie cie… sok sibuk :p hehehhe* toh ngetweet kan ga lama mbak *pembelaan* hehehhe…

    demikian, saya rasa cukup pembelaan saya ^^ hahahahhaha

  2. Wow, wow..langsung ada yang ngasih komen, hehehee… Terharuuu.. *ambil tissue* 😛
    Hahaha..emang bener kok, twitter itu enak dibuat untuk pelampiasan kita terhadap stress kerja (aku juga gitu biasanya, hoho.. :P).
    Yang ak sorotin itu orang-orang yang mulai pagi sampe siang, alias selama jam kerja, bisa terus ngetweet dengan jangka waktu antar twit cukup pendek. Karena di timelineku ada beberapa yang gitu, padahal aku tahu mereka juga kerja. Kalo yang cuma sekitar beberapa jam sekali ngetwit mah normal-normal sajo… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s