Tentang kerja, target, performance…. tentang hidup !

Yup, setelah meeting seminggu penuh minggu lalu, minggu ini saya kembali berada dalam situasi kerjaan yang sangat sibuk dan penuh tekanan. Wajar saja,  setelah tidak menyentuh pekerjaan selama seminggu, banyak delay yang saya lakukan, dan akibatnya juga jelas, hampir semua orang mengejar saya; supplier, affiliate, boss saya baik yang kecil ataupun besar, orang-orang headquarter…. Intinya, saya punya utang ke banyak orang! Utang kerjaan, utang report…untung juga ga utang uang, karena bisa-bisa saya bangkrut nggantiin utang uang orang sebanyak itu, hehe…

Dengan begitu banyak utang, maka tekanan untuk saya pun bertambah. Kadang saya bisa menyelesaikan utang saya dengan cepat. Namun tidak sedikit juga yang terhambat agak lama entah karena kelewatan atau karena saya terlalu fokus dengan kerjaan lain sehingga terlupakan. Ya, saya memang sedikit overload, namun bagi saya, itu tidak bisa menjadi alasan untuk saya membela diri, karena toh, minggu lalu saya sempat istirahat dua hari di Surabaya (meski disambi ke kantor juga). Mungkin saya terlalu keras pada diri saya, tapi saya mengharapkan saya bisa berbuat lebih baik dan lebih banyak lagi.

Ditambah adanya feedback supplier yang disampaikan boss saya malam ini, lengkaplah sudah penderitaan saya. Kerjaan masih bertumpuk, report masih harus dikumpulkan, masukan dari supplier juga tidak begitu menggembirakan. Jujur, sekitar jam 7 – 8 malam tadi saya benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Yang ada hanya perasaan kecewa, sedih, waswas, khawatir, marah…. semua bercampur aduk menjadi satu. Saya menyalahkan diri saya sendiri atas “kegagalan” itu. Bahkan saat itu hampir pasti muncul rasa putus asa dalam hati saya.

Alhamdulillah, perasaan itu tidak berlangsung terlalu lama. Langsung saja saya mengirim sms kepada boss saya untuk mengirimkan kepada saya semua feedback dari supplier sebagai dasar saya untuk meng-improve diri saya. Balasannya : You will always have my 100% support and we will always work together to sort any issues. Jawaban yang cukup melegakan dan membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk memperbaiki diri saya. Saya sadar bahwa tidak ada gunanya mengeluh (meski kadang boleh saja jika kita sedang sangat suntuk….hehe…), dan akan lebih baik jika kita menggunakan waktu kita untuk menganalisa apa yang bisa diperbaiki dari diri kita.

Saat saya mencoba membangkitkan semangat, Alhamdulillah lagi, saya bertemu dengan Wahyu, yang membagikan pengalamannya ketika sakit kemarin. Dari sakitnya, dia menyadari bahwa seringkali manusia hanya ingat Allah SWT pada saat sakit, dan seringkali lupa ketika sedang senang. Bayangkan apa perasaan saya mendengarkan kesimpulannya : saya bertambah malu! Saya, yang tadi sempat putus asa dan mengeluh mengenai pekerjaan…apa saya sempat memikirkan mengenai hidup saya sendiri? Apa yang saya kejar di dunia ini? Ya, pekerjaan memang penting, membantu kita menjalani hidup. Tapi apakah itu yang akan menjadi target saya hingga akhir hayat? Bagaimana dengan jiwa kita? Ketenangan hidup kita…. hubungan kita dengan Sang Pencipta kita… haruskah itu semua dikalahkan dengan hal yang tidak abadi?

Saya belajar cukup banyak malam ini, tentang pekerjaan – bahwa bagaimanapun itu adalah pekerjaan, di mana kita harus melakukannya sebaik mungkin dengan target yang jelas, tentang hubungan dengan orang lain, tentang hubungan kita dengan Sang Pencipta, tentang apa yang mau kita raih di hidup ini….. Dan dengan memikirkan itu semua, hati saya menjadi lebih tenang. Saya menjadi sangat merindukan mengaji…ketika bersatu dengan ayat-ayat indah Al-Quran.. Bismillah… Ya Allah, berikanlah petunjuk pada hamba-Mu ini… Semoga Engkau tunjukkan jalan yang tepat dan hal-hal baik yang harus hamba lakukan…. Amin….

Bismillah, bisa!! 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Tentang kerja, target, performance…. tentang hidup !

  1. yaaah… semua memang seperti tu, aku aja masih sering merasa terlena akan hidup ini. DAMN im in comfort zone now 😦 , kita memang harus ada target tapi target jangan dijadikan beban… selalu bersyukur tentang apa yang kita dapat salah satu cara untuk tetap menginjak bumi dan selalu ingat Allah. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s