Menangis ≠ cengeng !

Kalau kita runtut dari awal, sebenarnya kenapa sih orang menangis? Banyak alasan; sedih, senang, terharu, bahagia, marah, malu…. Beragam emosi bisa menjadi pemicu tubuh kita untuk bereaksi spontan mengeluarkan air mata. Tentunya, level emosi yang dibutuhkan tiap orang agar bisa menangis berbeda-beda. Ibu saya misalnya, seseorang dengan tingkat empati yang tinggi. Bila merasa tersentuh melihat seseorang yang kurang beruntung di jalan, atau mendengarkan acara dakwah di TV, terkadang beliau akan meneteskan air mata dan sedikit menangis. Adik saya yang terkecil (cewek) kebetulan mirip dengan ibu saya, meski pemicunya berbeda. Di lain pihak, adik cewek saya yang tengah justru memiliki sifat yang berkebalikan; jarang menangis dan sangat keras. Kadang heran juga bila melihat dia bisa tetap tenang dan tak terusik di suatu situasi yang menurut saya sangat wajar membuat orang menangis. Saya melihat dia mirip dengan rata-rata teman laki-laki saya (meski kadang lebih meledak-ledak… maklumlah.. cewek :P) : hanya menangis ketika berada dalam suatu situasi yang sangat khusus dan menimbulkan depresi untuk mereka.

Intinya, semua orang bisa menangis, hanya tergantung situasinya. Ralat. Semua orang pasti menangis! Laki-laki ataupun perempuan. Hanya saja kita lebih sering melihat perempuan menangis daripada laki-laki, karena kita punya stigma itu : laki-laki nggak boleh nangis! Haisyah. Meski mungkin dogma ini dimaksudkan untuk mendorong laki-laki menjadi kuat (apalagi bila mereka jadi imam), tetap tidak ada salahnya bila mereka satu-dua kali menangis. Toh mereka juga manusia, memiliki perasaan dan berhak untuk melampiaskan perasaan itu dengan cara mereka.

Kalau sudah demikian, nggak perlu lagi mengatai seseorang cengeng saat mereka menangis. Kecuali memang dia model orang yang bisa menangis tiap beberapa jam tanpa alasan jelas, semua orang berhak menangis dan bukan seorang yang cengeng! Baru kemarin seorang teman dari kantor lama saya bercerita bahwa dia menangis karena pekerjaan di kantor. Saya ingat saya tertawa membaca bbm-nya, karena baru beberapa hari yang lalu saya juga menangis akibat hal yang sama (di kamar mandi dong :P). Dulu saya akan menghujat diri saya habis-habisan jika saya menangis. Tapi sekarang, asalkan tempat dan waktunya tidak salah, sah-sah saja saya menangis. Seperti saya bilang, saya manusia, dan perlu mengeluarkan emosi saya meski hanya sesaat.

Jadi, jangan takut menangis! Kita nggak cengeng kok! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s