Ketika meler (baca:flu) menyerang…..

Lagi-lagi saya terkena flu. Suatu hal yang sekarang menjadi kebiasaan di kala pergantian musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Ya, badan saya rupanya agak sedikit “manja” terhadap perubahan cuaca di Indonesia ini. Agak aneh juga mengingat saya sudah 25 tahun hidup dan tinggal di Jakarta, tapi penyakit rutin ini baru timbul saat saya mulai bekerja dan jauh dari rumah. Saya ingat ketika saya mengeluhkan bahwa saya mendapatkan flu, salah satu kolega saya di Lausanne, Swiss, sangat terkejut dan (nyaris) berteriak (dalam bayangan saya sih…kebetulan kita chatting :P), “Kamu kena flu? Tapi Jakarta bahkan tidak bersalju! Di sini (Lausanne), salju menumpuk begitu tebal dan suhunya mencapai -5 derajat di pagi hari!”. Saya cuma terkekeh mendengar keheranannya, karena kenyataannya, saya memang kena flu. Mau gimana lagi?

Saya coba cari-cari penyebab Flu di mbah wikipedia,  dan yang saya dapatkan cuma info bahwa Flu ( Influensa ) berasal dari virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influensa). Penyakit ini ditularkan dengan medium udara melalui bersin dari si penderita. Pada manusia, gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak badan.

Oke, gejala tersebut cocok dengan apa yang saya alami, tapi tidak dijelaskan secara detil darimana virus itu menyerang. Hanya dijelaskan bahwa virus itu menular. Yap, saya juga tahu itu. Tapi kenapa menular ke saya? Apa karena kebetulan saya sempat berdekatan dengan seseorang yang membawa virus itu entah kapan, dan akhirnya berimbas ke saya? Tapi apa mungkin setiap musim pancaroba saya berdekatan dengan seorang berpenyakit flu sehingga menyebabkan saya memiliki penyakit (rutin) flu tiap pergantian musim?

Pada akhirnya, saya tidak mempermasalahkan darimana dan bagaimana penyakit itu menyerang saya. Yang jelas, saya terserang flu! Dan itu sudah menjadi suatu kebiasaan yang tidak lagi mengejutkan, namun lebih ke arah menjengkelkan. Apalagi ketika kerjaan saya di kantor lagi banyak-banyaknya… fiuh! Nggak bisa dibayangkan seberapa kesalnya saya terhadap penyakit meler ini. Seperti minggu ini, ketika banyak kerjaan harus diselesaikan dalam waktu singkat, namun saya harus terkapar di kos karena tumbang akibat flu. Sungguh tidak menyenangkan.

Ketika sakit seperti inilah, baru saya menyadari betapa indahnya menjadi sehat. Betapa menyenangkan dan membahagiakannya menjadi sehat. Saya janji, ketika saya sembuh, saya akan bersyukur sebesar-besarnya atas kesehatan itu. Sekarang? *SROOTTTT* Mari nikmati dulu siksaan ini….

Advertisements

5 thoughts on “Ketika meler (baca:flu) menyerang…..

  1. Nggak gitu juga sih. Pada dasarnya memang virus flu sudah menetap dalam tubuh tapi tidak menimbulkan penyakit. Ketika pancaroba datang, sistem tubuh tidak beradaptasi dengan baik dengan musim, sehingga daya tahan tubuh menurun, dan membangkitkan kembali virus flu yang selama ini sudah ada di dalam tubuh. Ketika bangkit itulah virus flu membuat gejala penyakit seperti pilek dan bersin-bersin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s