Movie Review : Rapunzel (2010)

 

Judul Film : Rapunzel (Tangled)
Sutradara : Nathan Greno, Byron Howard
Pengisi Suara : Rapunzel (Mandy Moore), Flynn Ryder (Zachary Levi), Mother Gothel (Donna Murphy)
Tahun : 2010

Saya (hampir) selalu suka film animasi. Alasannya simpel : film animasi tidak membuat Anda perlu berpikir keras! Ya, dengan animasi, kita tidak perlu waswas terhadap adegan horor yang mungkin terjadi (meski saya tidak yakin juga apakah dari sudut pandang anak2 akan muncul pendapat yang sama). Kita juga tidak perlu panik jika kita terlambat masuk dan hanya bisa menonton dari bagian tengah film — kita akan selalu mengerti jalan ceritanya (:P). Film animasi (hampir) selalu menyenangkan dan bernuansa ceria. Belum lagi, biasanya lagu-lagu film animasi menyenangkan untuk didengar dan mampu membangkitkan mood pendengarnya. Intinya, saya tidak akan pernah menolak jika diajak menonton animasi (catatan : asal yang ceritanya cukup realistis dan masuk akal yah… Avatar yang makhluknya berwarna biru itu kebetulan ga masuk dalam list film yang saya mau tonton).

Maka ketika adik saya mengajak menonton Rapunzel, otomatis kata “Ya” meluncur dari bibir saya. Rapunzel sudah cukup memenuhi kriteria film animasi yang saya suka : lucu (terlihat dari trailernya), animasinya bagus dan lagunya terdengar seru. Oh ya, satu lagi unsur yang menambah keinginan saya untuk menontonnya ketika itu : bahwa Rapunzel adalah sebuah dongeng! Kecuali orang itu benar-benar mati rasa dan tidak memiliki hati, saya rasa semua orang akan senang mendengar atau menonton dongeng, apapun itu.

Kisah dibuka dengan cerita kelahiran Rapunzel, yang ternyata merupakan seorang putri di sebuah kerajaan. Sang ratu rupanya sakit keras, dan hanya mampu bertahan jika diobati menggunakan sebuah bunga ajaib. Dalam pencarian tanpa henti, para pengawal akhirnya berhasil menemukan bunga tersebut dan meminumkannya pada sang ratu. Tanpa penghuni kerajaan sadari, seorang nenek tua bernama Mother Gothel sejatinya telah menggunakan bunga itu selama bertahun-tahun untuk membuatnya awet muda.

Maka lahirlah Rapunzel, yang memiliki kemampuan yang sama dengan bunga itu, yaitu menyembuhkan sakit dan membuat awet muda semua makhluk hidup. Bisa ditebak, Mother Gothel — yang geram karena sumber awet muda-nya diambil oleh anggota kerajaan — pun menculik Rapunzel, sebagai ganti dari bunga ajaib.

Rapunzel pun tumbuh jadi gadis manis yang menyenangkan. Ia menghabiskan seluruh waktunya di sebuah istana terpencil di dalam hutan bersama rekannya (?), bunglon bernama Pascal. Secara umum dia tidak mengeluhkan apapun mengenai hidupnya (yeah, right), namun ada satu keinginan di ulang tahunnya yang ke-18 yang sangat ia harapkan terjadi, yaitu pergi melihat lentera yang melayang di angkasa setiap tahun pada tanggal ulang tahunnya.

Mother Gothel pun menentang keras keinginan Rapunzel dan menyuruhnya berhenti bermimpi. Tapi (tentu saja), Rapunzel tidak semudah itu menyerah. Apalagi ada Flynn, seorang pencuri yang akhirnya ia manfaatkan (atau paksa?) untuk mengantarnya ke istana demi melihat lentera-lentera itu. Berhasilkah Rapunzel melihat lentera-lentera itu? Dan apa sebenarnya makna di balik lentera-lentera itu?

Hal pertama yang saya sukai dari film ini adalah konsepnya tentang mimpi atau cita-cita. Saya sangat suka adegan ketika Rapunzel berhasil meluluhkan hati para preman di sebuah bar, dan membuat mereka menceritakan mimpinya masing-masing, entah menjadi pianis, ahli pantomim ataupun dekorator. Selain lucu (banget!), adegan itu mengajarkan pada kita untuk tidak takut dan berhenti bermimpi, karena mimpi itu dapat mendorong kita untuk melakukan apapun! Dalam hal ini, Rapunzel mengikuti mimpinya untuk melihat lentera-lentera itu (yang membuat para preman simpati padanya). Saya juga ingat pada adegan di bagian akhir film ketika Flynn tertusuk dan sekarat, lalu berkata pada Rapunzel, “You’re my new dream.” Huaahhh…. that is so sweet! Membuat saya ingin terus bermimpi dan bermimpi, dan berusaha sekuat tenaga untuk meraih mimpi saya 🙂

Dari sisi animasi dan lagu, saya tidak akan banyak berkomentar…karena yah, apa yang bisa dikomentari dari hasil karya Disney? Animasinya bagus, lagu-lagunya juga lucu dan menyenangkan. I like it 😉

Oh ya, satu lagi yang membuat saya makin jatuh hati pada film ini : Maximus!! Siapakah Maximus dan apa perannya? Well, Anda harus menonton jika ingin tahu 😛

Overall, nice and warm movie to be watched with your family 😉

Advertisements

4 thoughts on “Movie Review : Rapunzel (2010)

  1. aku juga sama,,,,ak adalah salah satu pecinta animasi yg berpendapat sama persis dengan kamu,,, ceritany simpel tapi sangat-sangat menghibur… kabari aku kalau ada film2 animasi yang baru yaa…

  2. aku juga suka banget sama animasi and semua dongeng,,,,, sampai teman temanku godain karna komputerku penuh sama film film animasi… ringan tapi imajinasinya didalemnya ngeinspirasi banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s