Movie Review : The Expendables (2010)

Judul : The Expendables
Tahun : 2010
Sutradara : Sylvester Stallone (haduh!)
Pemain : Sylvester Stallone, Jason Statham, Jet Li dan banyak lagi…..

Ya ya ya…film ini memang sudah lama diputar di bioskop. Apa boleh buat, hasrat menulis saya lagi tinggi-tingginya. Dan karena saya sudah kebanyakan membuat post random, saya putuskan untuk membuat post yang tidak begitu random : review film! Setidaknya review film akan sedikit membuat saya terlihat serius menanggapi film-film Hollywood itu, dan juga menunjukkan tingkat kekritisan saya terhadap suatu film (halah).

Jujur, saya bingung mau mulai dari mana untuk menceritakan film ini. Kenapa? Karena plotnya acak adut! Begitu pertama saya melihat scene film pembukanya, feeling saya langsung mengatakan film ini nggak akan beda jauh dengan film action kelas dua yang biasa diputar malam-malam di salah satu stasiun TV swasta. Ternyata? Benar adanya! (hiks).

Adalah kelompok Expendables yang dipimpin oleh Barney Ross (Sylvester Stallone), sekumpulan ahli berkelahi dan senjata yang biasa melakukan misi-misi rahasia, entah dari pemerintah ataupun pihak swasta. Ada Lee Christmas (Jason Statham), Yin Yang (Jet Li) , Hale Caesar (Terry Crews), Toll Road (Randy Couture) dan juga Gunner Jensen (Dolph Lundgren) yang bermasalah dengan caranya melakukan tugas (sukanya bunuh2 orang aja..). Cerita dimulai ketika grup ini ditawari tugas oleh Mr. Church (Bruce Willis) untuk membunuh seorang  diktator di sebuah pulau di Amerika Selatan. Melihat situasi kota yang acakadut, mereka memutuskan untuk mundur dari tugas itu. Namun ketika bertemu Sandra, putri dari sang diktator, Barney mulai mempertimbangkan untuk melakukan tugas dari Mr. Church meski akan mengorbankan nyawanya sendiri.

Lalu apakah Barney jadi menjalankan tugas itu? Akankah teman-teman setimnya membantu dia? Dan apa yang dilakukan Gunner sehingga dia menjadi pengganggu timnya bekerja?

Secara ide cerita, tidak ada yang istimewa dengan film ini. SANGAT AMAT STANDARD. Bahkan menurut saya endingnya terlalu dipaksakan bahagia. Ayolah! Sudah sewajarnya jika ada ending sedih dari film action. Namanya juga film action! Kenapa segitu takutnya memberikan efek yang twisting? Justru itu akan memberikan nilai lebih ke film ini.

Hal lain yang mengganggu adalah kekerasan yang dipakai dalam film ini. Sangat vulgar dan menjijikkan. Saya nyaris muntah setiap melihat darah bercipratan ke mana-mana, meski saya tahu itu menggunakan saus tomat juga. Belum lagi visual effect yang sangat jelek… Maaf bung Stallone, apa Anda segitu kekurangan dana sampe harus menggunakan visual effect kelas rendah? Sumpah jelek banget…. ga beda jauh ama film-film kuno dan kelas dua yang diputer di TV itu!

Yang agak membantu hanyalah humor-humor kecil yang diselipkan di beberapa bagian film. Tanpa adanya humor tersebut, film ini tidak akan lepas dari hinaan dan cacian saya.

Overall….sebuah film action yang sia-sia. Kasihan para aktor besar yang berperan di dalamnya. They got nothing 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s