Lembur lagi, euy, euy, lembur lagi….

Nyanyian itu sontak terlintas di kepala saat ini juga, ketika saya masih berada di depan laptop, dengan kotak chatting terbuka lebar di layar. Ya, saya masih berkomunikasi dengan salah satu supplier di Brazil terkait kemungkinan shortage material di pabrik, dan diultimatum tidak boleh pulang kecuali masalahnya beres. Mana sebelumnya mendapat ‘nyanyian’ manis dari manajer tercinta pula. Lengkap sudah malam ini, menjadi salah satu malam yang tak terlupakan di kantor.

Mendapatkan tekanan seperti itu, tak urung saya teringat masa ketika saya awal bekerja di posisi saya sekarang. Masih labil, bingung, mudah tersinggung dan susah mengendalikan emosi. Saya tidak bisa bilang bahwa saya sudah sepenuhnya ‘sembuh’ dari penyakit-penyakit itu (such a character, eh? :P), tapi paling tidak saya berusaha. Saya ingat saya pernah menangis ketika disemprot oleh manajer saya dulu (waktu itu jabatannya bukan manajer sih…masih sub manajer…). Hasilnya? Saya jadi bulan-bulanan manajer saya hampir setiap saat kalau membicarakan hal itu. Kadang saya ingin protes dan marah…tapi sudahlah. Mungkin cuma itu hiburan buatnya (ckckckckck…).

Dan sekarang, dengan tekanan yang mirip, saya bisa menahan emosi saya. Saya tidak balas marah, apalagi menangis. Saya cuma menarik napas dalam-dalam..dan mencoba menenangkan diri. Saya tahu saya tidak suka ditekan. Saya tahu saya bisa meledak kapan saja. Tapi saya punya partner yang sama-sama menderita karena tekanan ini, dan saya tidak tega menambah bebannya dengan memperunyam suasana.

Jadi, apakah lembur ini membuat saya makin dewasa? Mungkin ya, meski sedikit sekali. Yang jelas, saya tidak menyesal lembur malam ini. Saya memperoleh pelajaran lagi…yang akan membantu saya tumbuh berkembang. Semoga =)

Advertisements

2 thoughts on “Lembur lagi, euy, euy, lembur lagi….

  1. hahaha…ko kasus kita sama ya?? Tp syukur alhamdulilah dulu pernah digebleng sama superior yang lebih sadis, lebih kejam dan lebih tdk manusiawi…
    Malah kadang2 timbul rasa takut ketika melihat matahari terbit..karena akan bertemu sang superior yg siap menerkamku kapan saja…

    Fear managment ga baguss…bukan habit seorang leader….hahaha..kak lona ada shortage yg mengemparkan sepabrik..maklum anak baru…berpikir problem could be solved at once…..tp at the end malah semakin parah…

    Akhirnya dstraaapp 2hr yg lalu..hue3x..biasa lah..cewe..pucet aja dgr nyanyian..tp sebenernya no big deal…seandainya pny hati sekeras batu..alangkah indahnya…

    Bos dsna gmn?? Work partner gmn???

    • Hehehehe…aku setuju kak kalo fear management ga bagus. Jadi dulu sempet yang anti banget ama orang yang menerapkan prinsip itu (ehem! hihihi…).
      Cuma lama-lama mulai beradaptasi dan bertahan..aku jadikan tekanan dari fear management itu faktor untuk menggembleng diri jd lebih sabar.. Meski seringkali masih belum bisa ngendaliin emosi sih, hahahahaha….

      Soal disetrap aku dah beberapa kali tuh kak, hehehe… Mulai yang sendirian sampe berdua ama Pak Fajar Widi.. Fiuh…
      Sama kak, kalo bisa punya hati yang kuat, tekanan kaya gitu mungkin akan terasa lbh ringan ya.. *berandai-andai* hehehehe….

      Boss di sini baik..dia orang Korea. Sebenarnya dia agak cerewet dan perfeksionis, tp bagusnya, dia mau ngajarin aku kalo ak ga ngerti. Dan dia ga gampang meledak kalo aku bikin salah. Cuma…dia kadang cuek banget. Dah sibuk ama urusan sendiri, hehehe 😛
      Nah, yang agak kurang mantaps work partnernya. Di satu department itu yang orang Indonesia cuma ber-4 (termasuk 1 sekretaris). Yang lainnya expat… jadinya ga bs begitu akrab ma mereka. Mana rata2 bapak2 semua..huks… Kadang2 jadi kangen orang2 Schneider yang rame2 dan banyak omong, hahahaha… 😛

      Gimana kabar kantor mbak? Makin seru kah? 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s