tulisan asal di suatu malam minggu…

“Yah, paling nggak ada tulisan yang bisa mengisi blog ini.”, itu saja yang terlintas di pikiran ketika aku mulai mengetikkan jari di atas keyboard 😛 Benar kata orang bila menulis bisa diibaratkan seperti bahasa. Sekali kita tidak mempraktekkannya, akan terasa kagok untuk memulai lagi, meski hanya sekalimat. Ah, jadi sedikit menyesal kenapa blog yang dulu-dulu dihapus. Padahal itu bisa jadi inspirasi yang sangat tepat untuk memulai suatu topik, apapun itu (atau mungkin memulai bahasan non topik, hehehe…).

Hidupku rasanya sekarang berputar hanya di kerja, kerja dan kerja. Teman kerja untungnya termasuk dalam elemen itu, jadi paling tidak ada sedikit kesenangan ketika datang ke kantor tiap jam setengah 8 pagi. Ada orang lain yang senasib, dan bisa diajak sharing! Keberadaan mereka jelas meringankan beban pikiran, dan sedikit memompa semangat untuk bisa mempersembahkan yang terbaik (meski jadi ingat juga ada yang bilang untuk jangan pernah mencintai perusahaan tempatmu bekerja, tapi cintailah pekerjaanmu). Apalagi dengan adanya partner yang sigap (aku sangat beruntung mendapatkan abang satu itu… Alhamdulillah… go abangku! :D), rasanya tidak pantas kalau aku mengeluh terlalu banyak tentang kerja. Jadi aku nggak akan nulis banyak tentang kerjaan di post ini (jangan marah yah..namanya juga tulisan asal.. :P).

Yang mungkin bisa dituliskan karena sering aku pikirkan belakangan adalah partner hidup. Ya, ya, ya..masalah klasik semua orang berusia dua puluhan…kebingungan mencari orang yang tepat. Ngomong-ngomong, aku belum pernah pacaran lho, hehe. Bener-bener seorang late-bloomer. Mungkin karena aku dulu adalah seorang introvert sejati yang tidak punya kepercayaan diri untuk menunjukkan diri sendiri ya? Aku yakin meski tidak cantik sekali, seorang cewek pasti mampu membuat seorang lawan jenisnya bertekuk lutut dengan kelebihan yang dia miliki, entah kecerdasan, keahlian tertentu, atau kepercayaan diri yang sangat tinggi sehingga seolah tidak ada seorang pun yang dapat menghalau keinginannya (I want to be that woman, anyway, haha). Aku berumur 24 tahun, hanya 3 bulan sebelum menjadi 25 tahun, dan belum ada seseorang yang akan menjadi partner hidupku. Setidaknya aku belum menemukannya *sigh*.

Andaikan menemukan partner hidup semudah menemukan orang ketika bermain petak umpet, aku rasa jumlah mereka yang single akan berkurang drastis hanya dalam hitungan hari. Tapi tentu saja, tidak semudah itu. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum mendapatkan seorang partner hidup…

Ah. Semoga aku bisa mendapatkan dia di saat yang tepat nanti 🙂

Advertisements

2 thoughts on “tulisan asal di suatu malam minggu…

  1. Hahaha….Lucu…Simple but rather attractive
    No need to worry dear..I’m 27 But i am happy to be single…almost 4 years being jomblo…

    But one thing..Think positively…kita pasti menemukannya…

    Jodoh memang Ga bisa ditentuin kapan waktunya, bisa cepet bisa juga lama, kalo soal waktu kan terserah sama skenarionya sang kuasa…

    • Yessss…keep the positive thinking! 😀

      Makasih ya mbak.. aku jadi semangat lagi nih… dan jadi semangat pengen nulis lagiiii! 😀

      Senangnyaaaa… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s