apa yang niken pikir tentang Java Jazz Festival 2010 ya?

Yak, tahun ini aku kembali menyambangi salah satu even Jazz internasional tahunan kebanggaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) : Java Jazz Festival 2010. Harus kuakui, hasrat yang timbul untuk menonton Java Jazz tahun ini tidak setinggi tahun 2009. Mungkin karena tahun lalu adalah pengalaman pertama ya, jadi rasanya semua yang aku tonton bernuansa sangat luar biasa dan, apa ya istilahnya? magical kali ya? intinya semua terasa menakjubkan dan menawan. Ada beberapa penampilan yang masih terlintas di kepala setiap mengingat betapa menyenangkannya waktu itu.

Nah, tahun ini agak sedikit berbeda. Waktu awal penjualan tiket di bulan Desember 2009, semangat untuk menonton masih sangat tinggi. Bulan Januari, masih lumayan berhasrat. Memasuki Februari, semangat mulai agak redup karena tergerus oleh tingkat stress yang meningkat mendadak. Kerjaan…ugh! Selalu datang di saat yang tepat, eh? Nggak heran, aku baru sadar bahwa aku akan menonton JJF 2010 hanya seminggu sebelum hari H, hehe. Untung aja ada temen kantor yang ngingetin. Kalo nggak, bisa-bisa kebablasan deh.. haha.

Berbeda dengan JJF 2009, JJF 2010 diadakan di JI Expo Kemayoran. Tempat yang lebih luas tentunya dipakai dengan satu tujuan : mendapatkan penonton yang JAUH lebih banyak. Dan target panitia memang tercapai. Penonton JJF 2010 SANGAT AMAT BANYAK, sampai susah buat aku untuk melangkah tanpa berdesakan barang satu kalipun (penasaran juga, berapa banyak tiket yang berhasil dijual yah? untung berapa ya itu? buset dah…). Dengan begitu banyaknya penonton, maka kemungkinan terjadinya masalah juga pasti bertambah besar. Entah berupa orang-orang yang tersesat, atau orang-orang yang nggak bisa dapat tempat di dalam (ada tuh kasus Glenn Fredly…dah jelas2 hall-nya penuh, eh, masih pada maksa masuk! gila tuh orang2…). Yang jelas, rasa nyaman berkurang jauh dibandingkan JJF 2009. Belum lagi tempat parkir. Tempat parkir di Kemayoran sangat tidak beraturan dan jalurnya tidak jelas. Sudah pasti membuat frustasi semua orang pada saat selesai menonton JJF. Mungkin ada baiknya panitia mempertimbangkan lagi penggunaan JI Expo Kemayoran, dan yang jelas, membatasi penonton! Yakin deh, penonton yang puas dengan tempat yang nyaman akan jadi penonton setia, dan itu lebih susah dicari daripada penonton-penonton baru yang hanya coba-coba.

Nah, tentang artisnya…karena aku nggak lihat banyak, aku nggak bisa berkomentar secara keseluruhan yah. Tapi mereka yang aku tonton kebetulan cukup memuaskan semuanya. Ada beberapa yang berkesan dalam. Salah satunya adalah grup Java Jazz-nya Indra Lesmana & friends. Jazz yang mereka bawakan, kalau aku boleh gambarkan dengan bahasaku, adalah “Jazz Fantasy”. Karena setiap musik yang mereka bawakan mampu membuat aku berimajinasi dengan fantasiku. Luar biasa deh! Aku sampai terkagum-kagum dengan hal itu. Sangat magical, kalau boleh dibilang 🙂
Yang lainnya adalah The Manhattan Transfer. Kebetulan aku beli special shownya, hehe. Dan yap, memang mereka pantas kalau dipanggil legenda atau salah satu grup vokal terbaik dalam aliran Jazz. Their voices, duh, love it totally! Such a beautiful harmony! Sama sekali nggak menyesal membeli tiket special show mereka. Malahan agak menyesal karena beli hanya satu hari, hehehe (lebai mode ON deh.. :P).

Overall, aku cukup puas dengan JJF 2010, namun lebih karena artisnya yah. Untuk fasilitas dan sebagainya, ada baiknya panitia mereview ulang semuanya deh. Hanya untuk memastikan JJF 2011 menjadi lebih baik kok, pak, bu, mas, mbak 🙂

YAY JAVA JAZZ FESTIVAL! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s