Ketika “sang pejabat” tidak lagi menjabat….

Pagi ini tanpa sengaja perhatian saya tertuju kepada berita mengenai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden NKRI yang baru. Ya, sesuai dengan hasil PEMILU 2009, SBY & Budiono resmi terpilih menjadi pemimpin bangsa ini. Pelantikan kedua pengemban tanggung jawab terbesar di Indonesia itu pun sudah dilakukan kemarin. Terlepas dari kenyataan bahwa saya bukanlah pendukung mereka, saya memiliki sedikit harapan bahwa mereka akan berusaha untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Yang menarik dari berita itu sebenarnya bukanlah proses pelantikan itu sendiri. Bukan pula kenyataan bahwa Ketua MPR yang baru terus menerus salah dalam menyambut para tamu acara tersebut (meski saya sampai keheranan, apa orang tersebut berada dalam level grogi yang sangat tinggi, atau justru terlalu santai sampai-sampai melupakan semuanya). Dan bukan pula kenyataan bahwa kini makin banyak artis yang masuk ke dunia politik (Oke, ini sebenarnya menarik juga, tapi akan saya bahas nanti).

Bukan. Yang menarik adalah liputan salah satu televisi swasta mengenai mantan wakil presiden negara ini. Dengan bahasa yang sengaja dibuat bombastis dan seolah-olah berbentuk sajak, televisi swasta tersebut menekankan betapa berbedanya kehidupan yang akan dijalani oleh sang mantan wapres. Dengan bumbu-bumbu bahasa, mereka menyampaikan bagaimana si mantan wapres (selanjutnya akan disebut x-RI2) yang tadinya menikmati fasilitas seperti mobil dan pengawalan, nantinya hanya akan menjadi warga negara biasa yang akan berkutat dengan kemacetan. Bahwa x-RI2 akan segera kehilangan semua kenikmatan yang pernah dia miliki semasa memegang jabatan wapres.

Satu hal menjadi pertanyaan saya : LALU KENAPA? Kenapa memangnya jika seorang pejabat habis masa jabatannya dan harus kembali ke kehidupannya sebelum menjadi seorang pejabat? Apa yang salah dengan menjadi orang biasa yang berkutat dengan urusan tetek bengek rumah tangga tanpa ada asisten atau pembantu wapres yang akan menyelesaikan untuknya? Apa pula yang aneh dengan menjadi orang yang berkutat dengan kemacetan, bukan lagi menjadi seorang pejabat yang bisa naik mobil mewah dan mendapatkan pengawalan serta kemudahan saat akan menuju suatu tempat tertentu?

Apa dengan demikian dunia akan hancur? Apa dengan hal itu dunia si x-RI2 akan berantakan? Bahwa si mantan pejabat akan menjadi stress dan mengeluh pada seluruh orang betapa dia telah disia-siakan?

Sangat lucu melihat liputan di mana sang mantan terlihat santai dan tahu pasti apa yang akan dia lakukan selanjutnya, sementara yang kebingungan mengekspos cerita dan menebak-nebak ke arah mana si mantan pergi justru televisi swasta yang meliputnya.

Masuk akal bahwa ketika seseorang kehilangan kekuasaan, dia akan berada di titik di mana dia harus segera menentukan pilihan, dan kebimbangan akan menyeruak, baik diminta ataupun tidak. Tapi tidak perlu rasanya ekspose besar-besaran dilakukan hanya untuk mengaburkan realita atau membeli minat masyarakat tanpa mempedulikan agenda yang sebenarnya dimiliki oleh mantan pemilik kekuasaan tersebut.

Ketika seorang pejabat tidak lagi menjabat, hanya dia yang bisa menentukan apa pilihan selanjutnya. Dan tidak cukup pantas bagi kita untuk menghakimi ke arah mana dia atau mereka akan melangkah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s