Review : Red Cliff 2

Yak. Sabtu minggu lalu saya akhirnya menonton Red Cliff 2 di Bekasi. Tadinya saya berencana untuk menonton Burn After Reading, tapi kenyataannya film-film yang diputar di Bekasi kebanyakan masih film-film Indonesia nggak jelas dan beberapa film Barat tapi bergenre Horror. Dua pilihan yang sama-sama bukan merupakan pilihan untuk saya (artinya, kalo bisa, sebaiknya nonton film selain dua tipe itu. kalo terpaksa pun..mendingan gak nonton!!). Dan antara Quarantine serta Red Cliff 2, judul yang terakhir disebut resmi jadi pemenang 🙂

Saya belum menonton Red Cliff 1, jadi saya tidak dapat membayangkan seperti apa Red Cliff 2 sebelum saya masuk ke gedung Bioskop. Yang jelas filmnya tentang perang (informasi adik + teman saya), tapi seperti apa perangnya, nggak ada bayangan sama sekali (padahal kalo dipikir secara nalar ya pasti seperti film Cina lainnya yah…dasar aneh.. :P).  Dan ternyata??? Saya menyukainya!

Cerita dibuka dengan kelanjutan pertarungan antara perdana menteri Cao Cao dengan Xiu Bei, Zhuge Liang, dan Zhou Yu (detil jelas mereka hubungannya seperti apa dan dari kerajaan mana nggak saya cantumin yah.. Karena saya sendiri bingung, hehehe…). Yang dapat saya tangkap bahwa si es Cao Cao (duh, namanya kaya nama minuman gitu sih..) adalah pemimpin wilayah yang kejam dan bersifat diktator, sehingga Xiu Bei, Zhuge Liang, dan Zhou Yu memutuskan untuk bangkit dan melawan kedzaliman si es Cao Cao itu.

Saya nggak akan membahas detil film, karena kalau diceritakan semua, Anda ga perlu nonton filmnya dong, hehehe.. Yang jelas faktor menonjol yang membuat saya jatuh hati pada film ini adalah strategi perang yang digunakan baik oleh Cao Cao, Zhuge Liang, ataupun Zhou Yu. Mereka harus pandai-pandai menentukan strategi apa yang akan mereka pakai, dengan mempertimbangkan strategi apa yang akan dipakai oleh lawan mereka. Menarik juga untuk melihat bahwa setiap pihak harus berani memutuskan apakah strategi lawan yang mereka baca benar adanya, atau sekedar penutup dari jebakan lain yang mungkin akan menghancurkan mereka.

Kesimpulannya : film ini asyik, dan patut ditonton. Bahkan bagi mereka yang nggak hobi nonton film perang (seperti saya), film ini tetap terasa menggigit dan sangat berkesan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s