Ritual Tahun Baru?

Tahun baru seringkali dirayakan dengan gegap gempita : pergi berpesta di Ancol, ikut main kembang api mulai dari kelas cekereme sampe yang harganya 2.5 juta, menonton rentetan penampilan band papan atas yang menghibur penonton semalam suntuk, makan malam mewah di restoran ataupun yang sekelas bakar-bakar rumah daging di belakang rumah (lumayan juga lho harga daging sekarang…). Maklum saja, orang telah mengidentikkan tahun baru dengan harapan baru, semangat baru, pokoknya sesuatu yang baru, segar, fresh. Maka wajar jika orang berpikiran bahwa, oh, kita memang harus merayakan tahun baru. Kita sebaiknya merayakan tahun baru. Atau mungkin, ada yang berpikir, kita wajib untuk berhura-hura di malam tahun baru. Orang pun berlomba untuk mengeluarkan kocek dalam rangka menyambut si “babe” tahun baru ini.

Tapi apa mereka sadar? Dengan tingkah mereka itu, banyak mata-mata di pinggir jalan yang cuma bisa menatap. Mereka, pemilik mata itu cuma bisa menggigit jari, berpikir, merasa iri.. ingin merasakan hal yang sama. Untuk mereka yang sedikit lebih beruntung, tidak mustahil mereka akan terpaksa berhutang atau menggadaikan sesuatu demi merayakan tahun baru ini. Siapa yang bisa menyalahkan? Mereka juga ingin bergembira. Masalah tidak bisa membayar atau dikejar-kejar rentenir… Bah! Itu sih urusan nanti. Yang penting senang-senang. Atau apa istilah sekarang? Emang Gue Pikirin!

Lalu untuk mereka yang lebih tidak beruntung? Apa yang bisa mereka lakukan? Menggadaikan sesuatu? Boro-boro.. Makan sehari-hari aja sulit. Berhutang? Siapa juga yang mau ngutangin orang yang bahkan makan sesuap nasi saja sulit? Mereka mengeluh, mereka meradang, mereka marah…dan akhirnya mereka berpikir; hei, itu kan sebenarnya hak kita juga! Hak orang miskin!! Uang yang mereka hamburkan itu sebagian milik kita! Kenapa nggak kita ambil kembali aja??

Dan terjadilah insiden-insiden itu…..DOR! BANG! BAM! AUCH! Mereka melukai saudara-saudara mereka. Mereka tega mengambil dengan paksa, bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain. Demi apa? Demi sejumput euforia tahun baru yang menggelegak di tengah sebuah malam, yang bahkan sebenarnya tak jauh berbeda dari malam-malam lainnya. Demi rasa bangga yang hanya bisa ditunjukkan dalam 1 hari saja, tidak lebih dari itu.

Kalau sudah begitu, apa ya masih pantas kita melakukan ritual tahun baru yang berlebihan? Yang menghambur-hamburkan uang tanpa memperhatikan perasaan saudara-saudara lainnya yang kekurangan? Mungkin ada baiknya kita mengkaji ulang apa yang sudah kita lakukan saat ini. Karena, yah….apa sih gunanya ritual itu kalo dipikir-pikir? Toh tahun baru sebenarnya cuma pengulangan tahun aja kan? Sebuah siklus yang terus berulang-ulang. Ya nggak?

Advertisements

8 thoughts on “Ritual Tahun Baru?

  1. sebagai salah satu yang merayakan ritual tahun baru *halah* saya sendiri gak nyalahin yang mau ngerayain seh. Kalo buat saya pribadi, esensi yang mau saya dapat dari ngerayain tahun baru adalah menyambut tahun yang baru dengan orang2 tersayang *cieeeh bahasanya! padahal biasanya tidur kalo taun baru* Yah, memang gak harus dengan gegap gempita. Gathering kecil2an aja cukup kok.

    Dan memang makna lainnya adalah sebagai “milestone” aja sih (meski gak selalu harus tahun baru). Sebagai “trigger” gitu untuk melakukan perubahan.

    Anyway, salut juga, kamu bisa berpikir sampe masalah kesenjangan sosial. Yah, mudah2an tahun 2009 ini kita semua lebih baik dari tahun sebelumnya, termasuk soal kesadaran diri juga 😀

    … buset.. panjang amat yah?

  2. gagda hub.nya ma topik, cuman mo nyampein

    PERMOHONAN MAAF

    Moshi-moshi,
    Rokka purin/velvet revel/arumi sendiri desu

    Saia mohon mangap sebesar-besarnya pada temen” yg senantiasa membaca fanfics saia karena saia merasa telah membuat anda kecewa dengan tidak mengupload fanfics lagi selama beberapa bulan ini tanpa kabar.

    Bukannya saia tidak btanggungjawab, akan tetapi disebabkan oleh berbagai kendala seperti malas, enggak pede, skripsi dsb saia jadi nggak sempet mengetik dan mengupload fanfics lagi.

    Selain mohon maaf saia jugak hendak memberitahukan bahwa blog saia yang bertajuk: rokkapurin.blogspot.com akan saia hapus. Saia akan memindahkan semua isinya k blog baru saia (tunggu pemberitahuan lebih lanjut).

    Bukannya saia merasa sok penting lantas memberitahukan perihal di atas kepada temen” sekalian (who the hell am i????), saia sadar betul pastinya ada yg berpendapat saia nerusin bikin fanfics ato gag mungkin gag penting bagi orang lain, tapi karena saia menghargai temen” yang telah berbaik hati membaca dan memberi komentar atas fanfics saia. Dan membiarkan temen” btanya” mengapa saia gag aktif ngeblog/ bikin fanfics lagi merupakan suatu kejahatan besar bagi saia.

    Maka dari itu saia harap qt masi jadi temen dalam berbagi kesenangan melalui fanfics or hobi jepang qt.

    7 januari 2009
    Hormat saia,

    Rokka purin/velvet revel/arumi sendiri

    Nb: gomen ne, bahasanya resmi bgt
    Lagi metal ni, mellow total! Hehehe….

  3. @crappuccino : esensi yang mau saya dapat dari ngerayain tahun baru adalah menyambut tahun yang baru dengan orang2 tersayang
    Setuju banget.. Dan itu ga harus dilakukan dengan “gegap gempita” seperti istilahmu itu. Sayangnya, yang ada malah kebalikannya..
    Aku cuma kesel aja kayanya kita banyak hambur-hambur duit untuk acara semalam doang (bahkan ga ada 24 jam, cuma beberapa jam doang..).

    Anyway, terima kasih apresiasinya!!! Engkaulah pembaca sejati blog ini.. 😀

  4. @ rokkapurin : Huwaaaa..aku akan merindukan fanfic-fanfic dikau bu…
    *hugs* *hugs*
    Cepet produktif lagi ya… (serasa pabrik aja ya, produktif.. :P)…
    Aku tunggu kabar blog barunya!!!

    😀

    • Hehehe… Nggak jauh beda kok, cuma aku minus ke luar kota. Jadi nongkrong aja di rumah budeku, nungguin tahun baru dateng sambil makan… 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s