Penyesalan selalu datang terlambat…

Minggu ini saya lagi sedih. Sedih banget….. Dan semua ini disebabkan kesalahan saya sendiri. Karena keegoisan saya, dan sifat saya yang terlalu meledak-ledak, saya (kemungkinan besar) telah melukai seseorang di kantor saya. Dan sejak saat saya meledak itu, sikap orang itu sudah nggak sama (dan mungkin nggak akan pernah sama…).

Sebenarnya, bagaimana cara yang baik menyalurkan emosi kita? Semua masalah ini dimulai ketika seseorang itu memberikan komentar ke saya mengenai suatu hal. Hal yang sebenarnya cukup remeh, tapi entah mengapa membuat saya sangat tersinggung. Mungkin karena sejak awal saya sudah merasakan ketegangan dengan si korban (untuk selanjutnya disebut si B aja yah…).

Dan karena saya agak gampang meledak (seperti yang sudah saya sampaikan), saya pun marah bukan main. Murka. Dan itu saya tunjukkan tanpa pikir panjang. Sepanjang hari…. Goblok banget ga sih???? Malam harinya saya sudah menyesal.. dan otomatis saya minta maaf pada B.

Tapi…kalo nasi dah kadung menjadi bubur, ya tetep jadi bubur kan??? Bisa nggak ya dibalikin jadi nasi? (bisa kalau bikin nasi baru mungkin…). Keesokan harinya sikap B berubah. 180 derajat. Membuat saya sendiri hampir gila…karena saya paling benci situasi di mana orang tidak menjadi seperti dulu. Semua penuh ketegangan, kekakuan, dan mungkin….luka?

Saya mencoba bersikap biasa. Tapi yah…dia nggak bersikap yang sama (mungkin karena dia masih sangat marah pada saya… hal yang wajar…dan membuat saya ingin mengetok kepala saya dengan palu sampe bocor…). Hari ini yang saya awali dengan gembira dan optimis, sedikit tertutupi dengan awan kelabu yang mendadak muncul. Saya sedih… sedih sekali… Betapa rusaknya sebuah hubungan membuat hidup saya jadi berantakan.

Penyesalan selalu datang terlambat.. Bisakah kita mencegahnya terulang lagi di masa depan? Semoga…

Untuk yang merasa…saya minta maaf.. Sekali lagi dan selamanya..maaf sebesar-besarnya…

Advertisements

6 thoughts on “Penyesalan selalu datang terlambat…

  1. memang.. penyesalan selalu datang terlambat..
    nasi telah menjadi bubur…
    tapi apakah “bubur” itu “tidak enak”??
    kenapa gak sekalian dibikin “bubur”nya menjadi “enak”??

    kalopun udah terlanjur.. bikin hal salah yang udah bikin dia sakit hati… tapi tetap baik sama kamu, mbei.. i don’t know how to do it, but.. i’m sure you could do it.. terutama kamu emang sadar kalo kamu salah…

    serahkan semuanya kepada Allah SWT.. dan coba kamu pikir lagi.. apakah kritiknya dia ituh masuk akal?? orang mengkritik itu demi kebaikanmu lho, mbei.. kalo emang kritiknya dia masuk akal dan emang baik buat kamu.. ikutin aja..

    gimana???

  2. @ecchan : *menatap dengan mata berkaca-kaca*
    Iya sih chan. Malam harinya setelah ak marah, aku sudah menyesal bukan main. Kenapa sih aku begitu emosional?
    Tadi pagi aku dah berusaha bersikap biasa, dan Alhamdulillah dia sudah bersikap biasa juga, meski memang ga seperti biasanya. Semoga ke depannya hubungan ini bisa pulih seperti biasa yah………….
    Tapi jujur deh chan. Pagi ini aku sempet sedihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh banget……..
    *nangis kejer di pundak ecchan*

    @ubadbmarko : 😀
    Terima kasih nasehatnya……..
    Akan langsung diimplementasikan!!!!
    😀

  3. *pats pats*
    iyah.. tapi sabar yah mbei..
    i hope your relationship between him/her will be back again.. walo gak sebaik sebelumnya.. tapi kalo mbei mau berubah.. tunjukkan..

    dia pasti ngeliat kok 😀

  4. 😀
    Makasih ya chan…
    Barusan ak papasan ama dia, dan dia senyum ke aku. Rasanya tulus banget, dan aku jadi seneng.. 🙂

    Yosh!! Semangat untuk berubah jadi lebih baik!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s