Sebuah renungan..

Tadi pagi, waktu lagi siap-siap mau berangkat kerja, tiba-tiba aja sebuah pikiran melayang di benakku. Nggak tahu kenapa, pokoknya pagi ini aku mendadak berpikir tentang keluarga. Ya, peran keluarga bagi kita. Atau kurang lebih gitulah, aku juga bingung nyari istilah yang tepat.

Seberapa jauh keluarga perlu mencampuri urusan kita? Itu yang tadi terpikir pertama kali. Gara-garanya sih gampang : ayahku. Sudah beberapa minggu ini, sekitar 2 hari sekali, ayahku telpon, nanyain gimana kerjaan di kantor, apa aja yang aku kerjakan di kantor, apa aku bikin malu di kantor (aku paling benci kalo beliau nanya ini. Kaya aku itu nggak bakal bisa berdiskusi atau ngomong ama orang-orang lain di kantor aja! X3), dan sebagainya. Di satu sisi, okelah, itu bentuk perhatian seorang ayah terhadap putrinya. Apalagi aku anak yang paling akhir merantau ke kota orang. TAPI, di sisi lain, kadang aku heran banget. Aku sudah besar, sudah cukup dewasa untuk tahu apa yang harus kulakukan. Atau setidaknya, aku tahu resiko apa yang akan aku tempuh saat aku mengambil suatu keputusan.

Hal itu membuat aku membanding-bandingkan keluargaku dengan keluarga2 di LN, yang anak2nya notabene mandiri banget. Atau nggak usah jauh2 deh, bandingin dengan salah satu orang di kosku, yang seusia, tapi (kayanya) nggak dipantau terus ama keluarganya (tapi dia cowok sih…). INTINYA, aku jadi berpikir-pikir mengenai pertanyaan di atas tadi : apakah keluarga perlu selalu ikut campur urusan kita?

TAPI, entah kenapa, meski aku sudah berpikir seperti itu, tetap saja pada akhirnya aku bersyukur memiliki keluarga seperti keluargaku, terlepas dari bagaimana mereka secara keseluruhan. Setidaknya mereka memperhatikan aku, memiliki rasa sayang untuk selalu mengawasi aku (meski kadang2 ngeselin juga sih).

Keluarga….. sesuatu yang bakal tak terpisah dari kita kan?

P.S. Kayanya ngocehnya tambah ga jelas….

Advertisements

2 thoughts on “Sebuah renungan..

  1. halah.. ngomongin keluarga, kirain ngomongin nikah.. hihi…
    hmm.. wajar aja lagi mbe. Meskipun sekarang katanya emansipasi kek, apa kek, tapi tetap aja cewek sama cowok itu beda. Kalo kamu anak cowok, kemungkinan kamu dimbar-mbarno… yah paling nggak sekhawatir itu lah. (kayak waktu aku sering pulang malem waktu kul, ibuku udah kuatir banget, dan pastinya gak bakalan sekhawatir itu kalo aku cowok)
    Lagian kamu jg gak penah jauh dr keluarga sblmnya. Itu tandanya sayang mbe.
    mengenai bapakmu, yah.. aku maklum.. masku juga mirip2 ky begitu..tp g separah itu… XD

  2. Ya iya sih…. aku juga sadar. Apalagi aku kan yang terakhir merantau, he3..paling ga dipercaya.. 😛

    XD;;
    Begitulah. Dulu sih tiap hari, sekarang dah mendingan.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s